Pemilu Yang Tidak Lagi LUBER

Saya jarang sekali bersuara perihal politik. Bahkan ketika mengobrol bersama rekan dan teman pun saya cenderung manggut-manggut karena malas berdebat yang kadang menurut saya tidak dirasa perlu atau malah debat kusir. Besok, dari waktu disaat artikel ini ditulis adalah hari dimana pesta demokrasi Indonesia akan dilaksanakan. Seharusnya semenjak kemarin sudah memasuki masa tenang, meski begitu masih saja banyak yang jadi "perusuh" di jagat maya.

Sudah jadi rahasia umum bahwa pemilihan umum atau pemilu itu memiliki asas LUBER (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia) dan JURDIL (Jujur dan Adil), asas-asas ini juga telah ditetapkan dalam Undang-Undang Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2017. Nah, yang terlihat saat ini dalam momen pesta demokrasi tahun 2019 ada satu asas pemilu yang jelasĀ  dilanggar, dan pastinya setiap hal yang dilanggar pasti akan memiliki konsekuensi. Mari kita cermati asas yang dilanggar tersebut dan apa konsekuensinya.

Jika saat memilih suaranya diwakilkan maka asas Langsung yang dilanggar, dampaknya? Pemilik hak suara tentu tersinggung atau bahkan marah. Jika asas jurdil dilanggar, bukan mustahil akan terjadi kerusuhan. Tanpa melihat definisi rahasia dari KBBI pun semua orang sudah tahu dan paham artinya. Pertanyaannya adalah, apakah anda merahasiakan pilihan anda dari orang lain didalam pemilu ini? Jika iya, maka anda telah melaksasanakan Undang-Undang Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2017. Tapi jika jawabannya tidak, maka anda telah melanggar hukum!

Tidak mungkin bisa menegakkan asas Rahasia jika kita secara terang-terangan memberi dukungan kepada salah satu calon. Salah satu dampak negatif dari terlanggarnya asas Rahasia, maka akan terbentuk kubu-kubu pendukung fanatik atau jika saya meminjam istilah didalam dunia teknologi digital disebut dengan fanboy. Nah, inilah yang jadi salah satu penyebab kenapa banyak terjadi debat kusir. Karena para fanboy tersebut akan saling meninggikan calon yang didukungnya dan bukan tidak mungkin akan menjatuhkan calon dari kubu lainnya. Terbukti dengan munculnya isitilah "cebong" dan "kampret" yang ada di masyarakat pada saat ini. Lihat saja di jagat maya, seperti media sosial, portal-portal media, atau bahkan blog tidak sedikit yang saling menjatuhkan satu sama lain dan yang lebih mengerikan sampai masuk ke ranah hukum meski karena hal yang sebenarnya sepele dan tidak perlu.

Bayangkan jika pilihan kita dirahasiakan sehingga tidak harus ada "perang" terbuka dari masing-masing kubu, maka suasana di masyarakat tentu akan lebih adem. Selain itu, dampak lainnya para pasangan calon akan lebih sibuk memikirkan bagaimana cara "menjual" program-program mereka, bukannya disibukan dengan meladeni kerusuhan akibat isu-isu yang kalau netizen bilang "viral", atau bahkan bukan malah mem-viral-kan hal yang dibuat-buat.

Dan disaat pemilu usai ketika telah ditetapkan siapa yang terpilih, maka para peserta pemilu pun tidak akan merasa berhutang budi karena mereka tidak tahu siapa yang memilih mereka serta tidak harus balas dendam karena mereka tidak tahu siapa yang tidak memilih mereka.

Sebagai penutup, marilah kita jadikan pemilu, bukan kali ini saja tapi juga pemilu-pemilu di masa nanti tetap menjadi pemilu yang LUBER JURDIL, bukannya menjadi pemilu yang LU BEJA-BEJA (beja-beja: istilah bahasa Sunda memberitahukan suatu hal kepada orang lain).

Lost in Pasar Cikundul

Sukabumi, selalu menjadi zona nyaman bagiku. Dan sudah lebih dari seperempat abad menghabiskan waktu di kota kecil ini. Oh ya, jangan tertipu dengan judul yang sok keminggris diatas, tulisan ini 99,9% menggunakan bahasa Indonesia dan bukannya ingin bergaya anak Jaksel pula. Kembali ke topik, wisata merupakan sebuah kegiatan dimana seseorang mencari kesenangan dan beberapa mencari ketenangan. Menghindar dari hiruk pikuk lingkungan pekerjaan, dinding-dinding beton, dan asap polusi yang dihasilkan kendaraan berbahan bakar bensin atau solar. Agaknya mencari destinasi wisata di Kota Sukabumi ini sendiri menjadi masalah tersendiri, karena "nyaris tidak ada" suatu lokasi yang bisa dijadikan tempat berwisata.Continue reading →

Move On Lagi

Yapz, hari ini saya mendeklarasikan bahwa saya telah move on. Bukan pindah ke lain hati dari hati mantan lho ya, melainkan pinsah dari suatu penyedia layanan ke penyedia layanan lain.

Awalnya saya menggunakan Github untuk menyimpan kode program yang saya buat dan tentunya kode program hasil fork, beberapa waktu kemudian saat proyek yang saya kerjakan bukan untuk konsumsi publik diputuskanlah sebagian memindahkan repositori yang ada di Github ke Bitbucket. Alasannya karena Github mengharuskan kita membayar untuk dapat menggunakan private repoaitory, sedangkan di Bitbucket kita dapat menggunakan secara cuma-cuma alias gratis.Continue reading →

120 Hari Menjalani

Juli, Agustus, September, Oktober. Bukan sedang belajar menghafal nama bulan kalender Masehi, namun baru saja teringat bahwa tak terasa sudah empat bulan semenjak beberapa kejadian di bulan Juli, entah itu kejadian yang menyenangkan maupun yang mengenaskan.

Pertengahan Juli 2015 adalah saat dimana mengenal lebih dekat dia dan keluarganya. Senang, karena saat itu pula kami memiliki quality time bersama sehingga hal itu membuat kami menjadi lebih saling mengenal satu sama lain.Continue reading →

Menyembunyikan Iklan BBM Android

BBM merupakan salah satu aplikasi dan layanan perpesanan yang sampai saat ini masih banyak penggunanya, terlebih setelah pihak Blackberry merilis aplikasi untuk platform Android, iOS, dan Windows Phone. Saya termasuk salah satu pengguna BBM, namun tidak menggunakan gadget Blackberry. Di awal kehadirannya di perangkat selain Blackberry, aplikasi BBM tersedia tanpa adanya iklan. Sedangkan kini berbeda, di kolom BBM Feeds selain menampilkan aktifitas kontak disitu juga terselip iklan yang bisa dibilang cukup mengganggu.

Meski pihak Blackberry menyediakan layanan berlangganan untuk menghilangkan iklan tersebut, tapi saya yakin mayoritas pengguna Android dan iOS yang memakai BBM enggan untuk berlangganan. Karena keterbukaan platform Android dan cenderung relatif lebih mudah untuk dioprek atau istilah gaulnya oprek-able kita bisa menggunakan trik kecil untu menghilangkan, hmmm lebih tepatnya menyembunyikan iklan tersebut. Penasaran? Lanjut baca aja.Continue reading →