Rindu Para Guru Kepada Media Masa

Kemarin, Kamis 21 Agustus 2014 sekumpulan guru di Kota Sukabumi yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) berunjuk rasa di depan kantor redaksi Radar Sukabumi. Adapun tujuan dari unjuk rasa mereka adalah untuk menuntut pihak Radar Sukabumi dan media lain untuk menjadi media masa yang edukatif dan tidak provokatif. Sambil memajang spanduk yang berisi kalimat "Kota Sukabumi Merindukan Media Masa EDUKATIF bukan PROVOKATIF" para pengunjuk rasa beranjak dari Lapang Merdeka Kota Sukabumi menuju kantor Redaksi Radar yang berada di Jalan Selabintana.

Kepada pihak Radar Sukabumi sendiri para guru tersebut menuntut untuk meminta maaf terkait pemberitaan tanggal 18 Agustus 2014 yang isinya menyatakan bahwa 23% siswi sekolah di Kota Sukabumi "sudah kebobolan" atau tidak gadis lagi dan berharap agar media masa menjadi sebuah media yang tidak provokatif. Terkait hal tersebut pihak dari Dinas Kesehatan Kota Sukabumi memberikan klarifikasi atau sanggahan bahwa mereka (Dinkes) tidak pernah mempunyai data berapa banyak siswi yang sudah tidak perawan tersebut.

Kegiatan unjuk rasa sendiri berlangsung tanpa ada kerusuhan, meskipun beberapa orang guru ada yang tersulut emosi. Namun pihak kepolisian turut serta mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.

Memang sudah saatnya pihak media masa menjadi sebuah media yang bukan menjadi provokator bagi para masyarakat, seharusnya memang media masa menjadi sarana pembantu untuk menjadikan masyarakat menjadi lebih edukatif dan informatif sehingga tidak menjadi msyarakat yang primitif.

Sumber: Penulis terjun langsung di aksi tersebut

Aris Ripandi
Halo, saya adalah seorang pengajar dan pengembang aplikasi, khususnya aplikasi web. Profil saya dapat ditemukan di Twitter dan Github.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *