Mereka Yang Tak Bisa Kembali

Dalam hidup ada beberapa hal yang tak bisa kita kembali kepadanya, atau tak bisa kita ambil kembali. Menyesal itu wajar karena kita tidak bisa mencapai apa yang kita harapkan, namun janganlah hidup dalam penyesalan. Karena itu menghargai sesuatu hal yang sangat berharga itu merupakan sebuah keharusan jika kita tak ingin hidup dihantui perasaan menyesal.

Waktu adalah sebuah hal yang sangat amat teramat berharga anugerah dari yang Maha Kuasa kepada seluruh ciptan-Nya. Setiap detik, bahkan per sekian mili detik waktu sekalinya kita melangkah dari saat ini ke detik berikutnya maka momentum sebelumnya tak akan kita dapatkan kembali.

Pepatah lidah manusia itu lebih tajam dari pedang manapun bahkan silet sekalipun memang benar adanya. Lidah manusia itu bisa menjadi dua hal yang berbeda tergantung pada apa yang diucapkannya. Dia bisa menjadi alat penyiksa batin yang sakitnya luar biasa, bahkan bekas lukanya bisa seumur hidup. Di sisi lain dia juga bisa menjadi seperti aroma terapi yang menyejukan jiwa dan membuat perasaan kota berbunga-bunga serta paru-paru kita kembang kempis karena keindahan kata yang diucapkannya. Sekalinya sebuah kata atau kalimat terucap, maka seumur hidup tak akan pernah bisa tarik kembali.

Kesempatan belum tentu datang dua kali. Mungkin seperti itu, namun yang pasti adalah kesempatan yang sudah terlewatkan tak akan bisa kembali lagi. Di saat ada kesempatan kita biasanya akan berfikir menbang-nimbang apakah kesempatan itu akan kita ambil atau tidak, bahkan tak jarang dibuat resah olehnya. Namun jika ada kesempatan yang baik mengapa tidak kita ambil saja. Karena sekali kesempatan itu terlewatkan maka tak akan pernah ada lagi kesempatan yang sama.

Mereka yang dijabarkan diatas adalah beberapa hal kecil namun memiliki dampak yang sungguh sangat besar dalam kehidupan. Hargai mereka karena mereka tak akan bisa kembali setelah berlalu.