Embun Kopi Pagi Hari

Rabu, mungkin tak seperti hari Senin dan Sabtu yang menggebu-gebu. Rabu sore ini sama seperti hari sebelumnya, masih kelabu.

Sepi, sunyi, sendiri. Tiga kata yang dapat menggambarkan saat ini. Bukan melankolis, tetapi memang seperti inilah realita yang ada.

Kopi, semacam senyawa yang mampu melenyapkan kelabu. Ditengah dinginnya embun hujan sore hari, hangatnya embun kopi mampu meleburkan suasana sepi.
Ini bukan puisi, hanya sebuah coretan kecil cerita tentang Rabu kelabu dan kopi di sore hari.

>> Sukabumi, 16 November 2016.

Move On Lagi

Yapz, hari ini saya mendeklarasikan bahwa saya telah move on. Bukan pindah ke lain hati dari hati mantan lho ya, melainkan pinsah dari suatu penyedia layanan ke penyedia layanan lain.

Awalnya saya menggunakan Github untuk menyimpan kode program yang saya buat dan tentunya kode program hasil fork, beberapa waktu kemudian saat proyek yang saya kerjakan bukan untuk konsumsi publik diputuskanlah sebagian memindahkan repositori yang ada di Github ke Bitbucket. Alasannya karena Github mengharuskan kita membayar untuk dapat menggunakan private repoaitory, sedangkan di Bitbucket kita dapat menggunakan secara cuma-cuma alias gratis. Lanjutkan membaca "Move On Lagi"

Selamat Datang Di Hari Yang Baru

Hari ini tepat pukul kosong-kosong lewat beberapa detik Waktu Indonesia Bagian Barat, bertempat di kampus tempatku bekerja dan mengabdi saat ini. Entah kenapa mata ini masih saja masih belum memberikan sinyal untuk terlelap. Ah mungkin karena siklus tidurku yang sudah kacau balau. Saat ini banyak hal terlintas di pikiranku, entah itu yang memang tak sengaja terpikirkan maupun yang memang sedang kupikirkan.

Hal yang tak sengaja terpikirkan diantaranya kenangan di masa lalu, hari-hari yang lalu yang telah kulalui. Entah itu hal yang baik maupun hal yang tak baik yang pernah kulakukan sebelumnya. Dan hal yang memang sengaja sedang kupirkikan ialah perencanaan untuk hari esok yang dalam artian adalah masa depan. Oiya, saat kutulis ini kotak masuk surel pun sedang dibanjiri pesan dari banyaknya layanan di dunia maya yang dimana aku terdaftar didalam sistem mereka. Katakanlah Kaskus, LinkedIn, Twitter, Forum Mikrotik dan ah banyak sekali sampai-sampai tak bisa kuingat satu persatu terkecuali jika kucari namaku sendiri di mesin pencari terhebat sejagat saat ini. Mau tahu apa isi dari surel-surel tersebut? Selain ringkasan feed artikel situs dan blog favoritku, ada beberapa diantaranya yang berisi ... hmm sebaiknya tak kusebutkan apa isinya untuk suatu alasan 🙂

Lanjutkan membaca "Selamat Datang Di Hari Yang Baru"

Kado Ulang Tahun Untuk Kota Tercinta

Hari ini pada tanggal 01 April 2015 kota tempatku dilahirkan dan dibesarkan berulang tahun yang ke 101. Banyak cerita di kota kecil yang terletak di koordinat -6.919011,106.931509 dan berada di ketinggian 617 meter diatas permukaan laut ini. Orang menyebutnya dengan julukan kota mochi.

Pastinya banyak baraya warga Kota Sukabumi yang berharap atau mengharapkan agar Kota Sukabumi ini menjadi kota yang lebih baik dari berbagai aspek. Sebagai salah satu warga kota ini saya pun begitu. Namun apakah kita hanya mau terus berharap tanpa adanya kontribusi atau sumbangsih nyata yang dapat kita lakukan pada kota kecil ini? Tentunya banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menjadikan kota "kulkas alam" ini agar bisa menjadi lebih baik, atau setidaknya baik dan segar seperti Sukabumi dahulu kala saat kita masih bocah.

Lanjutkan membaca "Kado Ulang Tahun Untuk Kota Tercinta"

Teruntuk Engkau Yang Disana

Kupandang langit kelabu ada asa dalam kalbu semoga hari esok dan esoknya lagi tak akan menjadi hari yang kelabu. Ada rasa rindu kala awan kelabu menutupi langit biru.

Rindu kepada seseorang yang kurindukan. Seorang yang kuharapkan tuk jadi teman saat dimana ku menatap langit biru maupun kelabu.

Teruntuk engkau disana yang kurindukan, kuharap suasana hatimu tak sama seperti langit kelabu di jelang menuju tahun Masehi yang baru, di awal tahun Hijriyah yang baru.

Semoga kelak di tahun yang baru hari-harimu dipenuhi haru bahagia. Semoga tak ada derita dan lara. Aku disini hanya bisa berdoa.

Rindu Para Guru Kepada Media Masa

Kemarin, Kamis 21 Agustus 2014 sekumpulan guru di Kota Sukabumi yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) berunjuk rasa di depan kantor redaksi Radar Sukabumi. Adapun tujuan dari unjuk rasa mereka adalah untuk menuntut pihak Radar Sukabumi dan media lain untuk menjadi media masa yang edukatif dan tidak provokatif. Sambil memajang spanduk yang berisi kalimat "Kota Sukabumi Merindukan Media Masa EDUKATIF bukan PROVOKATIF" para pengunjuk rasa beranjak dari Lapang Merdeka Kota Sukabumi menuju kantor Redaksi Radar yang berada di Jalan Selabintana. Lanjutkan membaca "Rindu Para Guru Kepada Media Masa"